Tips Networking: Cara Efektif Mengontak Orang Baru via DM / Email

Konteks

Target Tulisan Ini

  • Berjejaring dengan expert / profesional di bidang yang kamu geluti, untuk mencari mentor atau partner untuk berdiskusi.
  • Mengontak influencers / figur publik untuk mengajaknya berkolaborasi, menjadi pembicara, meminta feedback atau pendapat, baik untuk project personal maupun untuk kebutuhan bisnis.
  • Mengontak calon klien/partner untuk menawarkan produk/service dari tempat kita bekerja atau untuk mengajak kerjasama.

Kesalahan Umum: Contoh DM/Email Yang Tidak Efektif

  • Mengirim pesan DM yang hanya berisi sapaan Assalamualaikum” atau “Halo bang” saja, lalu berharap yang kita kirimkan pesan akan membalas. Terdengar kesalahan dasar dan sepele, but trust me, you have no idea how many people DM this way. Don’t do it.
  • Mengirim pesan DM yang bertanya: boleh nanya ga?
  • Mengirim pesan DM yang langsung meminta sesuatu / mempromosikan sesuatu tanpa ada perkenalan dan konteks apapun. Saya sering mendapatkan pesan seperti ini, terutama dari teman-teman sales atau mahasiswa. Dengan segala hormat, I know you guys have target, but it’s not effective to do it this way.

Struktur DM/Email yang Efektif

1. Mulai dengan perkenalan singkat.

2. Berikan informasi pengantar dan konteks

3. Tuliskan permintaan yang to-do-point dan ekspektasi yang jelas

Studi Kasus: Contoh Pesan yang Efektif

Pesan Linkedin untuk Diskusi via Coffee Chat

  • Perkenalan Singkat: Hi, thanks for connecting. I’m Iqbal, Head of Marketing Kitabisa.com (guess you’ve met Vikra?).
  • Informasi pengantar dan konteks: I admire your work with all (startup name) campaign, especially (campaign name) one. I am now building creative lab for Kitabisa.
  • Permintaan dan ekspektasi yang jelas: Hope can learn from you on building an effective team, maybe over coffee? / Can I have your whatsapp?

DM Twitter untuk mengundang jadi tamu di Podcast

DM Instagram untuk berkenalan dan Coffee Chat

  • Perkenalan Singkat: Hi ((name)), salam kenal gue Iqbal Hariadi.
  • Informasi pengantar dan konteks: Gue udah ngikutin lo cukup lama dan selalu baca2 tulisan blog dan sharing lo.
  • Permintaan dan ekspektasi yang jelas: Btw gue pengen nih kapan2 bisa ngopi dan sharing. Gue punya Podcast namanya Podcast Subjective, isinya obrolan tentang keresahan anak2 muda biar produktif dan upgrade diri. Happy banget sih kalo bisa meet in person dan ngobrol2.
  • Berikan 👏👏👏 untuk artikel ini
  • Silakan share artikel ini di Linkedin/sosmed lainnya jika kamu merasa artikel ini bermanfaat
  • Add saya di Linkedin dan follow saya di Instagram

--

--

--

Write on productivity, self development, and marketing. Head of Brand Communications Kitabisa.com. Host of Podcast Subjective.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Iqbal Hariadi

Iqbal Hariadi

Write on productivity, self development, and marketing. Head of Brand Communications Kitabisa.com. Host of Podcast Subjective.

More from Medium

The Beginner’s Guide to No-Code Development

formstack logo

Google Analytics 4: How to setup on Shopify (the right way)

How SaaS Benefits You

Best Artificial Intelligence Software Small Business